Dari Wanita Desa Pekanbaru untuk Ketahanan Pangan Riau
By : NARABISA
Diterbitkan pada 14 Jun 2026, 12:16 WIB
Medan, 14 Juni 2026. Perubahan besar dimulai dari masyarakat yang menjaga ruang hidupnya. Ketahanan pangan bukan sekadar jargon kebijakan, melainkan realitas yang dibangun dari kerja sehari-hari masyarakat desa. Di Perempuan Desa dari Bank Sampah Agrowisata Pondok Pesantren Ibnu Al-Mubarok, Jalan Sri Amanah, Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat-Pekanbaru, menjadi aktor utama dalam menjaga rantai pangan lokal. Aktivitas Pertanian desa mulai merawat ayam, yang pakan utamanya berasal dari olahan sampah organik. Dengan cara ini, sampah tidak lagi menjadi beban, melainkan sumber daya yang menopang keberlanjutan pangan.

Perempuan desa tidak hanya menyediakan makanan bagi keluarga, tetapi juga menciptakan sistem ekonomi yang mandiri. Mereka menghubungkan pengelolaan sampah, produksi pangan, dan distribusi hasil ternak ke pasar lokal. Siklus ini memperkuat desa, mengurangi ketergantungan pada pasokan luar, sekaligus menjaga lingkungan tetap lestari.
Perempuan desa bukan sekadar pengelola rumah tangga. Mereka adalah inovator yang mengubah limbah menjadi sumber daya, sekaligus penggerak ekonomi lokal. Dengan keterlibatan aktif, mereka membuktikan bahwa keberlanjutan lingkungan dan ketahanan ekonomi dapat berjalan beriringan.
Praktik ini juga menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan tidak harus selalu berbentuk program besar. Justru dari aktivitas sehari-hari, seperti merawat ternak, lahir kontribusi nyata terhadap ekonomi desa. Perempuan desa menjadi simbol ketekunan, keberanian, dan kepedulian terhadap bumi. narabisa/CMTH