BERITA NASIONAL

Mineral untuk Membangun Negeri

By : NARABISA

Diterbitkan pada 13 Sep 2026, 17:07 WIB

Medan, 13 September 2026. Pembangunan hunian sementara atau HUNTARA terus dilakukan untuk di Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah dan Tapanuli tengah bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor. Hunian dibangun dengan sistem modular agar proses konstruksi dapat berlangsung lebih cepat dan segera digunakan oleh warga.

Pemanfaatan material olahan bumi secara maksimal mempercepat pembangunan tempat tinggal sementara yang kokoh bagi warga. Langkah nyata pengolahan hasil tambang secara mandiri menjadi pondasi kuat dalam menjaga ketahanan serta kedaulatan bangsa.

Pembangunan HUNTARA menggunakan struktur rangka baja ringan, papan semen, multipleks lantai dan atap zincalume. Sistem tersebut dirancang kuat, cepat dibangun dan tetap memberikan kelayakan bagi penghuni. Pada bagian atap juga dilengkapi lapisan aluminium foil. Material tersebut berfungsi memantulkan radiasi matahari sehingga membantu mengurangi panas di dalam hunian. 

Penggunaan material berbasis aluminium dalam konstruksi tersebut berada dalam konteks kebutuhan industri yang lebih luas. Aluminium merupakan salah satu komoditas mineral yang dikembangkan melalui hilirisasi MIND ID.

Aktivitas pekerja Huntara menggunakan hilirisasi produksi MIND ID untuk pembangunan HUNTARA

Melalui kerja sama ANTAM dan INALUM, MIND ID membangun rantai industri bauksit dan aluminium dari hulu hingga hilir. Bauksit dari sumber daya dalam negeri diolah melalui Smelter Grade Alumina Refinery atau SGAR menjadi alumina dengan kapasitas produksi 1 juta ton per tahun. Alumina tersebut kemudian menjadi bahan utama untuk produksi aluminium oleh INALUM di Kuala Tanjung.

Proses tersebut memberikan nilai tambah pada mineral Indonesia. Aluminium yang dihasilkan dapat menjadi bahan baku berbagai sektor industri, termasuk kebutuhan konstruksi. Dengan hilirisasi, mineral tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi diproses lebih lanjut untuk menghasilkan bahan yang dapat digunakan dalam kegiatan industri dan pembangunan.

Sejumlah pekerja bahu membahu merangkai kerangka baja hasil hilirisasi mineral industri MIND ID untuk tempat tinggal sementara warga. Pemanfaatan material olahan bumi secara mandiri mempercepat penyediaan infrastruktur yang kokoh sekaligus memperkuat kedaulatan bangsa.

Pembangunan HUNTARA di Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah dan Tapanuli tengahmemperlihatkan kebutuhan nyata terhadap material konstruksi dalam proses pemulihan masyarakat. Rangka modular, material pelapis dan komponen bangunan digunakan untuk menghadirkan hunian yang lebih layak bagi warga terdampak bencana.

Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri, hilirisasi aluminium menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia. Dari bauksit yang ditambang di dalam negeri, kemudian diolah menjadi alumina dan aluminium, rantai industri tersebut memperkuat kapasitas nasional dalam menyediakan bahan baku bagi berbagai kebutuhan pembangunan. narabisa/cmth