Perempuan sebagai Penggerak Ekonomi
By : NARABISA
Diterbitkan pada 27 Jul 2026, 03:24 WIB
Medan. 27 Juli 2026, Di balik pertumbuhan ekonomi Indonesia, terdapat jutaan perempuan yang setiap hari menggerakkan roda usaha dari ruang-ruang sederhana. Mereka tidak hanya menjalankan usaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Dari rumah produksi, kios kecil, dapur UMKM, hingga ruang kreatif berbasis digital, perempuan menghadirkan inovasi, menjaga keberlanjutan usaha, sekaligus membuka kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal.

Melalui ketekunan dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, banyak pelaku UMKM perempuan memanfaatkan media sosial, platform perdagangan elektronik, dan pembayaran digital untuk memperluas jangkauan pasar. Perubahan tersebut memungkinkan usaha mikro berkembang menjadi sumber penghidupan yang mampu menyerap pekerja dari lingkungan sekitar, mulai dari tenaga produksi, pengemasan, administrasi, hingga distribusi. Setiap pesanan yang diterima bukan sekadar transaksi ekonomi, melainkan peluang kerja yang ikut menggerakkan pendapatan keluarga lain.

Peran perempuan dalam dunia usaha juga menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari besarnya investasi, tetapi juga dari kemampuan menciptakan nilai tambah di tingkat akar rumput. Ketika sebuah UMKM berkembang, dampaknya dirasakan oleh masyarakat melalui bertambahnya lapangan pekerjaan, meningkatnya keterampilan tenaga kerja, dan tumbuhnya aktivitas ekonomi lokal. Rantai nilai tersebut menjadi fondasi penting bagi perekonomian nasional karena memperkuat sektor usaha yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.

Transformasi ini memperlihatkan wajah baru ekonomi Indonesia, di mana perempuan tidak lagi dipandang hanya sebagai pelaku usaha rumahan, melainkan sebagai pengambil keputusan, inovator, sekaligus pencipta lapangan kerja. Mereka membangun usaha yang mampu bertahan di tengah perubahan zaman, memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saing, serta memberdayakan masyarakat melalui kesempatan kerja yang berkelanjutan.

Di tengah perubahan struktur ekonomi tersebut, Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran penting untuk memotret perkembangan dunia usaha secara menyeluruh. Pendataan yang akurat akan memberikan gambaran mengenai jumlah usaha, karakteristik pelaku usaha, pemanfaatan teknologi, hingga kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja. Data inilah yang menjadi dasar penyusunan kebijakan agar pertumbuhan UMKM semakin inklusif, produktif, dan mampu menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.


Perempuan yang mengembangkan usahanya hari ini bukan sekadar membangun bisnis. Mereka sedang membangun ketahanan ekonomi keluarga, memperkuat ekonomi lokal, serta menjadi bagian dari fondasi Indonesia yang lebih maju. Di balik setiap produk yang dihasilkan dan setiap pekerja yang diberdayakan, tersimpan cerita tentang keberanian menciptakan peluang, menghadirkan kesejahteraan, dan menggerakkan ekonomi bangsa dari tingkat yang paling mendasar. narabisa/cmth