BERITA NASIONAL

Doa Kolektif PFI Medan, Semoga kelima jurnalis meliput anak karakatau Segera Pulang, aamiin

By : NARABISA

Diterbitkan pada 14 Sep 2026, 23:43 WIB

MEDAN, Tanggal 14 September 2026 menjadi sebuah hari yang menyisakan haru dalam memori organisasi pers di Sumatera Utara. Lima jurnalis Indonesia yang tengah melakukan liputan Gunung Anak Karatau dinyatakan hilang dalam peristiwa yang hingga kini belum terungkap nasib pastinya. Ketidakpastian dan keprihatinan itulah yang menyatu dalam satu kesatuan suara doa di tengah masyarakat Medan.

Menyikapi situasi ini, PFI Medan di bawah kepemimpinan Ketua Rizki Cahyadi menggelar sebuah tahlilan bersama sebagai wujud solidaritas dan harapan agar kepulangan kelima jurnalis tersebut dapat segera terjadi. Acara yang dihadiri oleh sebanyak dua puluh anggota PFI Medan ini juga disertai kehadiran senior PFI, Ferdi Siregar, dan Hendra Hasyim Siregar yang turut ikut serta dalam mendoakan kepulangan para jurnalis yang hilang.

Anggota PFI Medan mengadakan tahlil, takhtim dan yasin di musholla jalan polonia

Tahtim, tahlil, dan pembacaan Surat Yassin dikumpulkan menjadi satu rangkaian ibadah kolektif. Doa-doa diminta kepada Allah SWT agar halangan yang menahan jalan mereka segera terpecah, dan semoga mereka dapat kembali ke keluarga dengan selamat. Para anggota yang hadir dipadukan oleh perasaan takut dan berharap sekaligus takut akan semakin jauhnya jarak mereka, dan berharap bahwa doa-doa yang dibaca kini dapat menjadi pintu yang terbuka.

Aksi solidaritas menghidupkan lilin di air mancur bundaran Polonia oleh PFI MEDAN

Setelah selesai di tempat tahlilan, acara berlanjut ke Bundaran Air Mancur Polonia. Di sana, suasana makin penuh dengan emosi dan solidaritas. Seorang anggota PFI Medan menghidupkan lilin di antara rangkaian foto dan gambar para jurnalis yang hilang tersebut. Pencahayaan kecil dari lilin yang menyala menjadi simbol harapan yang tidak padam, mengingatkan bahwa para jurnalis yang belum tau kepastiannya, PFI MEDAN mengharapkan agar mereka cepat pulang.

Para anggota PFI Medan menjaga agar lilin tetap menyala di antara foto-foto dan tulisan slogan yang menyatakan harapan jurnalis untuk kembali. Slogan-slogan ditempatkan di tengah koleksi foto anggota PFI yang hilang, menegaskan bahwa mereka tidak berdiri sendiri dalam keprihatinan ini. Sementara itu, Ferdi Siregar sebagai senior PFI memegang foto lima jurnalis yang hilang dengan tangan yang tampak gemetar, mencerminkan kekecewaan dan harapan yang berjalin dalam satu individu.

Ungkapan solidaritas senior PFI MEDAN, Ferdi Siregar agar para kelima jurnalis PFI yang meliput karakatau cepat pulang

Seorang anggota PFI Medan mempersembahkan seruan dan permohonan kepada Tuhan agar kelima jurnalis itu segera pulang. Begitu juga anggota lain seperti wak obeng yang ikut serta memohon agar mereka dapat segera pulang dengan selamat. Semua suara dan semua doa berpadu dalam satu gelombang harapan yang menyinari malam di air mancur bundaran Polonia.

Anggota PFI Medan yang menyerukan kepada Tuhan agar dipermudahkan kepulangan anggota JURNALIS PFI yang hilang

Kegiatan ini bukan sekadar ungkapan duka belaka. Lebih dari itu, ini adalah pernyataan kolektif bahwa PFI Medan  berdoa, berharap, kelima jurnalis PFI Indonesia segera pulang. Semoga doa-doa mereka diterima, dan semoga kepulangan kelima jurnalis PFI Indonesi dapat segera menjadi kenyataan. Aamiin.