Wabup Tanah Datar Resmikan Pameran Foto "Prahara Pulau Emas", Dorong Kesadaran Menjaga Alam
By : NARABISA
Diterbitkan pada 28 Jul 2026, 00:27 WIB
Batusangkar – Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly meresmikan pameran foto jurnalistik Prahara Pulau Emas yang digelar di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin (27/7/2026).
Pameran tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pewarta Foto Indonesia (PFI), Yayasan Matawaktu, PT PLN (Persero), dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Sebanyak puluhan foto jurnalistik dipamerkan untuk merekam dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada penghujung 2025.
Dalam sambutannya, Ahmad Fadly mengaku tersentuh melihat rangkaian foto yang menggambarkan besarnya dampak bencana terhadap masyarakat. Menurutnya, setiap karya yang dipamerkan mampu menghadirkan gambaran nyata mengenai situasi di lapangan sekaligus membangkitkan rasa empati bagi siapa pun yang melihatnya.

"Foto-foto ini menyampaikan pesan yang sangat kuat. Kita dapat melihat secara langsung bagaimana masyarakat menghadapi bencana dan merasakan dampak yang mereka alami. Hal itu menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan," ujarnya.
Ia menilai pameran ini bukan sekadar menampilkan dokumentasi peristiwa, tetapi juga menjadi media edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam. Selain itu, karya-karya yang dipamerkan turut memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam menghadapi masa-masa sulit.

"Jika kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kehidupan kita. Semoga pameran ini mampu menumbuhkan kesadaran bersama agar semakin mencintai lingkungan sekaligus mempertahankan budaya saling membantu yang menjadi kekuatan masyarakat saat bencana terjadi," katanya.
Fadly juga menyampaikan apresiasi kepada PFI yang telah memilih Tanah Datar sebagai lokasi penyelenggaraan pameran perdana di Sumatera Barat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena berlangsung di salah satu ikon budaya Minangkabau, Istano Basa Pagaruyung.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terbuka untuk memperluas kerja sama dengan PFI, termasuk dalam mempromosikan potensi pariwisata daerah melalui karya-karya fotografi jurnalistik.
"Fotografi memiliki kekuatan untuk memperkenalkan keindahan daerah kepada masyarakat luas. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak orang tertarik berkunjung ke Tanah Datar," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah PFI Region Sumatra, Hendra Syamhari, menjelaskan bahwa pameran Prahara Pulau Emas merupakan bagian dari rangkaian roadshow di tiga provinsi yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Menurutnya, pameran ini diharapkan menjadi pengingat bahwa berbagai peristiwa bencana yang pernah terjadi di Sumatra merupakan pelajaran penting bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

"Kami ingin masyarakat mengingat bahwa Sumatra pernah mengalami bencana besar. Tanggung jawab kita hari ini adalah menjaga dan merawat alam agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang," katanya.
Hendra menambahkan, sebanyak 68 karya foto hasil bidikan 38 pewarta foto Indonesia ditampilkan dalam pameran tersebut. Seluruh foto merupakan dokumentasi langsung para fotografer jurnalistik yang berada di lokasi saat bencana berlangsung, sehingga menggambarkan proses tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana secara utuh.
Di sisi lain, Ketua PFI Padang Arif Pribadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut, khususnya Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang memberikan dukungan penuh sehingga pameran dapat terlaksana dengan baik.